Kelompok Bahasa saat
mempresentasikan makalahnya pada Sabtu,28 Pebruari 2015
Irmawati Ismail (Moderator),Irnawati(Pemateri),Ahriani
(Pemateri) dan Elsah sebagai penilai.
AKIBAT PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN GENERASI MUDA
DISUSUN SEBAGAI BAHAN SEMINAR PEMBINAAN GENERASI MUDA MATA
PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGRAAN
SMPN NEGERI 2 TAROWANG
DISUSUN OLEH
KELOMPOK BAHASA
KELAS IX.A
IRNAWATI
IRMAWATI ISMAIL
AHRIANI
CITRA SRI HANDAYANI
SMP
NEGERI 2 TAROWANG
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi
Rabbil Alamin kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat
kesehatan dan kesempatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah kami yang berjudul “ Akibat Pergaulan Bebas Bagi Generasi
Muda” Sungguh kami menyadari sepenuhnya bahwa semua itu atas karunia Allah.
sama sekali manusia tidak punya kemapuan untuk berkarya jika Allah
menganugerahkan kemampuan untuk itu. Maka tidak selayaknya menusia menyembongkan
diri dengan menganggap kelebihan yang dimiliki adalah bakat hasil kerja keras
sendiri.
Salawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada
junjungan kita Nabiyullah Shallallahu Alaihi Wasallam SAW, kepada keluarga
beliau dan para sahabat beliau.
Dan kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Orang
tua kami, dan
2. Teman-teman
Walaupun karya ini kami belum sempurnah tetapi kami
merasa bangga terhadap hasil yang dicapai.Mudah-mudahan makalah sederhana ini
bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca pada umumnya. Saran yang
membangun kami harapkan untuk perbaikan pembuatan makalah selanjutnya.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
........................................................................................ i
KATA
PENGANTAR
...................................................................................... iii
DAFTAR
ISI
.................................................................................................... iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
........................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah
...................................................................................... 1
C.
Tujuan
Penulisan ........................................................................................ 1
D.
Manfaat
Penulisan
...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pergaulan Bebas bagi Generasi Muda
..................................... 2
B.
Sebab-Sebab
Pergaulan Bebas
..................................................................... 3
C.
Akibat
yang Ditimbulkan dari Pergaulan Bebas
......................................... 4
D.
Upaya
Mengatasi Pergaulan Bebas
............................................................ 4
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
................................................................................................. 7
B.
Saran-Saran ................................................................................................. 7
Daftar
Pustaka
.................................................................................................. 8
BAB. I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Remaja adalah generasi
penerus yang akan membangun bangsa yang lebih baik yang mempunyai pemikiran
jauh ke depan akan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga,
dan lingkungan sekitar.
Maka dari itu remaja
tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang
tua, dan masyarakat sekitar.
Banyak kita baca di
media maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga
ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya
sendiri, keluarga,dan masyarakat sekitar.
Pada makalah ini kami
akan mencoba membahas cara mengatasi pergaulan bagi generasi muda.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan pergaulan bebas ?
2. Mengapa sesorang terlibat dalam pergaulan bebas?
3. Bagaimana akibat pergaulan bebas?
4. Bagaimanakah
upayah mengatasi pergaulan bebas ?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas maka tujuan ingin dicapai antara lain :
1. Untuk
mengetahui pengertian pergaulan bebas.
2. Untuk
mengetahui sebab-sebab pergaulan bebas.
3. Untuk mengetahui akibat pergaulan bebas
4. Untuk
mengetahui upaya mengatasi pergaulan bebas
Untuk
itu juga karya ilmia ini juga bertujuan agar remaja-remaja masa kini terarah
pergaulannya yaitu dengan melakukan kegiatan yang fositip yang berguna untuk
dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Dan supaya agar remaja tidak
terjebak di dalam pergaulan bebas. Maka dari itu kiranya remaja membentengi
diri dengan iman yang kuat.
BAB. II PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian Pergaulan Bebas
Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku
menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma
ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan
maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan
tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga,
kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas
membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan
bangsa.
Sedangkan remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para
ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13
tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan
sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan
dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun
sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.
Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang
tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya.
Pengertian
pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan
pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja
yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak
hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya
ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita,
sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan
pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus
berlangsung selamanya. Ada beberapa cirri pergaulan bebas,antara lain:
1. Penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya
2. Upaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara
termasuk dari jalan yang
haram dan keji
3. Menimbulkan perilaku munafik dalam masyarakat
4. Rasa ingin tahu yang besar
5. Rasa ingin mencoba dan merasakan
6. Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan
tanggung jawab yang
dihadapi.
7. Mudah mengalami kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin
melawan, rasa malas, perubahan
dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi
dan kebanggaan diri serta selalu ingin mencoba
dalam banyak hal.
8. Kesukaran yang dialami timbul akibat konflik karena keinginannya menjadi
dewasa dan berdiri
sendiri dan keinginan akan perasaan
aman sebagai seorang anak dalam keluarganya.
9. Banyak mengalami tekanan mental dan emosi.
10.
Terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lain.
B. Penyebab Maraknya Pergaulan Bebas DI Kalangan Remaja
Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja
mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya
pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja.
Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan
bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit seperti HIV &
AIDS ataupun kematian. Berikut ini di antara penyebab maraknya pergaulan bebas
di Indonesia:
1. Faktor agama dan iman.
Remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
Remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
2. Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental
yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang
sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak
memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang
dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak
sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh
tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang
salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan
membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani
sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya
dengan adanya pergaulan bebas.
3.Pelampiasan rasa kecewa
Yaitu ketika
seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua
yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan
tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal
maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang
memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil
dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di
sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam
lingkungan hidupnya.
4.Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
5.Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan dan perubahan zaman. Pada zaman modern sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan norma yang berlaku.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
5.Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan dan perubahan zaman. Pada zaman modern sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan norma yang berlaku.
C. Dampak
Atau Akibat Pergaulan Bebas
Dampak atau akibat dari pergaulan bebas dikalangan remaja antara lain adalah
1. Terserang Penyakit HIV/AIDS
Itu dikarenakan melakukan hubungan
gonta ganti pasangan yang tidak menggunakan alat pengaman(kondom),sebagai
akibat rasa ingin tahu atau mungkin masalah ekonomi.
2. Hamil Diluar Nikah
Dikarenakan kurang pengetahuan
masalah seksologi para remaja melakukan tanpa memikirkan resiko yang terjadi
hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya berhubungan badan yang diakibatkan
menonton film biru.
3. Ketergantungan Obat
Indonesia sekarang masih buruk,
karena banyak kasus obat-obatan terlarang yang menjadikan berita ditelevisi.
Bila kita sudah terkontaminasi dengan obat, bila tidak membeli akan sakit dan
itu menguras uang akibatnya bila tidak punya uang, kita akan mencuri atau
melakukan tindakan terminal untuk mendapatkan obat tersebut. Dan akibat paling
buruk adalah overdosis atau kelebihan kita menggunakan obat sehingga membuat
kita meninggal.
4. Aborsi
Diakibatkan sering melakukan hubungan
badan dan berakibat kita hamil diluar nikah. Bila itu terjadi pasti akan
membuat remaja bingung karena belum waktunya untuk menikah dan jeleknya
kejadian itu tidak diketahui oleh orang tua.
5. Tauran Remaja
Mungkin kita tiap hari melihat
ditelevisi tentang berita tauran antar pelajar yang meresahkan
masyarakat.Sampai diadakan sweeping oleh pihak kepolisian kepada pelajar. Semua
itu akibat pergaulan bebas yang membuat emosi tinggi dan berakibat pada tauran.
D. Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas
Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME,
penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat
setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun
kata-kata tersebut sering ‘didengungkan’ tetap saja masih banyak remaja yang
melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selain daripada solusi di
atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai
berikut:
1.
Memperbaiki Cara Pandang
Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam
“kenyataan”, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki
angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja
mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif.
2. Menjaga
Keseimbangan Pola Hidup
Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi,
energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam
kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
3. Jujur
Pada Diri Sendiri
Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk
diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi
dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
4.
Memperbaiki Cara Berkomunikasi
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan
baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang
berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan
orang-orang di sekeliling kita.
5. Perlunya
Remaja Berpikir Untuk Masa Depan
Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu
menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya
lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian
hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para
remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan
hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV &
AIDS nantinya.
6.
Menanamkan Nilai Ketimuran
Kalangan remaja kita kebanyakan sudah tak mengindahkan lagi akan pentingnya
nilai-nilai ketimuran. Tentu saja nilai ketimuran ini selalu berkaitan dengan
nilai Keislaman yang juga membentuk akar budaya ketimuran. Nilai yang
bersumberkan pada ajaran spiritualitas agama ini perlu dipegang. Termasuk
meningkatkan derajat keimanan dan moralitas pemeluknya. Dengan dipegangnya
nilai-nilai ini, harapannya mereka khususnya kalangan muda akan berpikir seribu
kali untuk terjun ke pergaulan bebas.
7.
Mengurangi Menonton Televisi
Televisi idealnya bisa menjadi sarana mendapatkan informasi yang mendidik
dan bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun, kenyataannya, saat ini
harapan itu sangat jauh. Televisi kita terutama stasiun televisi swasta, mereka
lebih banyak menampilkan acara hiburan, maupun sinetron-sinetron yang
menawarkan nilai-nilai gaya hidup bebas, hedonis. Begitu juga beragam tayangan
infotainment yang kadang menayangkan acara perselingkuhan, sex bebas di
kalangan artis.
Dengan demikian, kisah pergaulan bebas bukan menjadi hal yang tabu lagi.
Makanya, tak ada langkah yang lebih manjur selain mengurangi menonton televisi
ini karena lambat laun otak akan teracuni oleh nilai-nilai yang sebenarnya
sangat negatif. Untuk mendapatkan informasi, kalangan muda bisa mengalihkan
perhatian dengan membaca koran, majalah maupun buku-buku. Pekerjaan yang agak
berat memang, tapi jauh lebih produktif daripada kebanyakan menonton televisi
yang tidak jelas dan cenderung merusak akal sehat pikiran.
8. Banyak
Beraktivitas Secara Positif
Cara ini menurut berbagai penelitian sangat efektif dijalankan. Pergaulan
bebas, biasanya dilakukan oleh kalangan muda yang banyak waktu longgar, banyak
waktu bermain, bermalam minggu. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut,
mengalihkan waktu untuk kegiatan lewat hal-hal positif perlu terus
dikembangkan. Misalnya dengan melibatkan anak muda dalam organisasi-organisasi
sosial, menekuni hobinya dan mengembangkannya menjadi lahan bisnis yang
menghasilkan, maupun mengikuti acara-acara kreatifitas anak-anak muda. Dengan
demikian, waktu mudanya akan tercurahkan untuk hal-hal positif dan sedikit
waktu untuk memikirkan hal-hal negatif seperti pergaulan bebas tersebut.
9.
Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas
Dikalangan muda, pergaulan bebas sering dilakukan karena bisa jadi mereka
tidak tahu akibat yang ditimbulkannya. Seperti misalnya penyakit kelamin yang
mematikan. Nah, sosialisasi hal ini. Informasi-informasi mengenai bahaya yang
ditimbulkan akibat pergaulan bebas ini perlu terus disebarkan di kalangan muda.
Harapannya, mereka juga punya informasi sebagai bahan pertimbangan akal
sehatnya. Jika informasi tersebut belum didapatkan ada kemungkinan mereka akan
terus melakukan pergaulan bebas semau mereka. Tapi, kalau informasi sudah
didapatkan tapi mereka tetap nekad melakukan itu persoalan lain lagi.
Sepertinya perlu ada penanganan khusus, apalagi yang sudah
terang-terangan bangga melakukan pergaulan bebas.
10.
Menegakkan Aturan Hukum
Bagi yang bangga tersebut, tak ada hal lain yang bisa menghentikan selain
adanya perangkat hukum dan aturan hukum yang bisa menjeratnya. Setidaknya
sebagai efek jera. Yang demikian harus dirumuskan dan dilaksanakan
melalui hokum yang berlaku di negara kita. Langkah ini sebagai benteng terakhir
untuk menyelamatkan anak-anak muda dari amoralitas karena perilaku
pergaulannbebas yang lambat laun otomatis akan merusak bangsa ini.
11.
Munakahat
Munakahat atau menikah. Cara ini efektif sekali. Kalau masih belum bisa,
cara lain adalah dengan berpuasa. Inilah yang ditawarkan oleh Islam sebagai
salah satu solusi atas pergaulan bebas.
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi adanya
pergaulan bebas khususnya di kalangan remaja.
Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat
dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif
untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang
dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi
bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.
Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang
jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan
dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang
diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak
ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan
sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih
banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah
jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.
Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan
anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak.
Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana, jangan hanya dengan
kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak
berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting
di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua
hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga
komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut
menyampaikan masalahnya kepada orangtua.
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Pergaulan
bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana” bebas” yang
dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.
2.
Penyebab maraknya pergaulan bebas di Indonesia:1. Faktor agama dan iman,,2. Sikap mental yang tidak sehat,3.Pelampiasan rasa kecewa,4.Faktor Lingkungan seperti orangtua,
teman, tetangga dan media,5.Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu
yang berlebihan dan perubahan zaman.
3. Ada beberapa dampak atau akibat pergaulan bebas antara
lain;1.Terkena penyakit HIV/AIDS 2.Hamil diluar nikah 3.Ketergantungan obat
4.Aborsi 5.Tauran remaja
o
Upaya
mengatasi pergaulan bebas antar lain; a. Menanamkan nilai
ketimuran, b. Perbanyaklah
melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita pribadi dan diri
orang lain.
o
Rajin beribadah kepada allah SWT agar
iman kita kuat sehingga kita terhindar dari hal-hal negatif
o
Jangan bergaul dengan seorang yang
nakal.
B. Saran
Setelah membaca karya ilmiah ini, semoga
remaja dapat tersadarkan dari pergaulan bebas,
perlu kiranya remaja melibatkan diri dalam kegiatan- kegiatan yang positif baik
di sekolah maupun di lingkungannya yang tentunya mendapatkannya dorongan dan
restu dari orang tua,supaya kita
tidak terlibat lagi dalam pergaulan bebas itu akan merugikan diri sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber
www. Google.co.id
sumber dari blogspot
http://www.media
konsumen.com
http:// www.yahoo.com
Tim Penyusun karya ilmia riau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar