Muhammad Darwan sedang membuka kegiatan Seminar
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Minuman
Keras
Minuman keras / beralkohol adalah
minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya
menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman keras /
beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati
batas usia tertentu.
Minuman keras meliputi seluruh jenis
minuman yang mengandung alkohol (nama kimianya etanol). Menurut catatan
arkeologi, minuman beralkohol sudah dikenal manusia sejak kurang lebih 5000
tahun yang lalu. Minuman beralkohol merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari
pada berbagai kebudayaan tertentu. Di Indonesia, dikenal beberapa minuman lokal
yang beralkohol, misalnya brem, tuak, dan ciu. Alkohol adalah zat penekan
susunan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek
stimulasi ringan. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil
alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau
umbi-umbian. Nama yang populer : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi
miring),cap tikus,balo dll.
Alkohol dapat dibuat melalui proses
fermentasi (peragian) berbagai jenis bahan yang mengandung gula, misalnya
buah-buahan (seperti anggur dan apel), biji-bijian (seperti beras dan gandum),
umbi-umbian (seperti singkong), dan madu. Melalui proses fermentasi dapat
diperoleh alkohol dengan kadar 14%. Alkohol dengan kadar yang lebih tinggi
dapat diperoleh melalui penyulingan. Selain melalui proses fermentasi, alkohol
juga dapat dibuat dari etena, suatu produk dari minyak bumi.
Adapun jenis-jenis Minuman Keras Menurut
peraturan Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, minuman
keras dibagi ke dalam tiga golongan. Berdasarkan kadar alkohol di dalamnya,
yaitu :
a.
Golongan A : kadar alkohol 1% - 5% misalnya bir.
b.
Golongan B : kadar alkohol 5% - 20% misalnya anggur.
c.
Golongan C : kadar alkohol 20% - 45% misalnya wiskey dan vodka.
Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda,
misalnya bir dan soda alkohol (1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan
minuman keras yang biasa disebut dengan spirit (35-55% alkohol). Konsentrasi
alkohol dalam darah dicapai dalam 30 – 90 menit setelah diminum.
Robi dari Kelompok Nusa sedang mengajukan pertanyaan
B.
Sebab atau Faktor Yang Membuat Orang Meminum Minuman Keras
Akhir-akhir ini banyak
pemberitaan tentang orang yang mengoplos minuman beralkohol lalu meninggal,
sebenarnya apa sih faktor yang membuat mereka minum-minuman beralkohol?.
Padahal didalam agama sudah disebutkan bahwa meminum minuman beralkohol adalah
haram. Tapi kenapa masih banyak orang yang mabuk mabukan mungkin akibat
beberapa faktor ini yang membuat mereka berhubungan dengan minuman yang merusak
tubuh itu. Faktor Yang Membuat Orang
Meminum Minuman Beralkohol:
·
Faktor
Lingkungan
faktor lingkungan memang mengambil peranan besar dalam
pertumbuhaan dan perkembangan seseorang, sifat seseorang terbentuk dan
terpengaruh dari lingkungan sekitar dimana dia berada. Maka dari itu jauhkanlah
diri anda dari lingkungan yang akan membuat anda menjadi rusak.
·
Faktor
Keingintahuan Akan Sesuatu
Ingin merasakan bagaimana
rasa dari minuman beralkohol juga
akan menjerumuskan kita ke arah yang negatif, alangkah lebih baiknya jika
faktor keingintahuan akan sesuatu itu kita arahkan kearah yang lebih positif.
·
Agar Ingin
Dibilang Kren
Faktor ini juga yang membuat banyak orang terjerumus
ke minuman beralkohol. Temannya si Doi bilang. Bahwa, “kamu gak gaul/kren jika
belum ngerasain minuman beralkohol” atau bilangnya gini “kamu masih mudah, ayo
minum minuman beralkohol agar kamu gak ketinggalan jaman.” Jadi tidak mau
dibilang gak kren dan ketinggalan jaman, akhirnya si Doi terjerumus juga dan
minum minuman beralkohol. Astaghfirullah
·
Masalah
Kehidupan
Faktor masalah kehidupan yang terjadi pada si Doi,
membuat ia melampiaskan masalahnya ke minuman haram. Sehingga sedikit-sedikit
ada masalah yang mendera sebagai pelampiasannya meminum minuman beralkohol.
Padahal meminum minuman
beralkohol tidak menyelesaikan masalah tapi banyak orang yang melampiasakan
masalah kehidupan keminum minuman beralkohol kalau tidak mampu ya yang oplosan
pun akan mereka minum juga. Padahal dalam agama kalau ada masalah sebaiknya
berdoa kepada Allah SWT agar di selesaikan masalahnya bukan melampiaskan ke
arah yang negatif.
C. Akibat atau Efek
Minuman Keras
a.
Pengaruh terhadap tubuh (fisik dan
mental)
Pengaruh alkohol terhadap tubuh
bervariasi, tergantung pada beberapa faktor yaitu :
-
Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi
-
Usia, berat badan, dan jenis kelamin
-
Makanan yang ada di dalam lambung
-
Pengalaman seseorang minum-minuman
beralkohol
-
Situasi dimana orang minum-minuman
beralkohol
b.
Resiko intoksikasi (mabuk), menyebabkan
cedera dan kematian. Penurunan kesadaran seperti koma dapat terjadi pada
keracunan alkohol yang berat demikian juga henti nafas dan kematian.
c.
Pengaruh jangka panjang seperti
kerusakan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kerusakan hati, kanker saluran
pencernaan lainnya, impotensi dan berkurangnya kesuburan, meningkatnya resiko
terkena kanker, kesulitan tidur, kerusakan otak, perubahan kepribadian dan
suasana perasaan, sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi.
d.
Sebagai tambahan terhadap masalah kesehatan, alkohol
juga berdampak terhadap hubungan sesama, finansial, pekerjaan, dan juga
menimbulkan masalah hukum .
Sering kita mendengar, membaca, bahkan menyaksikan baik melalui media massa,
cetak maupun elektronik, khususnya televisi di tayangkan sebuah atraksi
bulldozer yang sedang memusnahkan ribuan bahkan jutaan botol minuman keras yang
"di algojoi" oleh Polri bersama pihak terkait lainnya. Sehingga
menimbulkan berbagai tanggapan-tanggapan dari berbagai kalangan khususnya dari
kalangan Agama sangat bangga akan sikap tegar Polri untuk memberantas peredaran
minuman keras sampai keakar-akarnya. Karena minuman keras dapat mengancam
eksistensi bangsa kita, yang dalam jangka pendek dapat menggoyahkan stabilitas
keamanan dan dalam jangka panjang dapat mengancam masa depan bangsa.
Di dalam
Bhagavata Purana (I. 17. 38. - 39) terdapat keterangan mengenai mata rantai
kejahatan yang di mulai dari Perjudian, mabuk-mabukan, pelacuran, perkelahian
dan kehilangan rasa kasih sayang diantara sesama mahluk hidup yang berakibat
munculnya rasa benci dan iri hati. Jika manusia sudah diselimuti oleh sifat
benci dan iri hati maka ia akan hilang rasa kegembiraan yang paling besar, dan
tidak akan ada kegembiraan maupun ketenangan dihati mereka yang memiliki rasa benci.
Pecandu miras melakukan tidakan kejahatan yg tidak terma'afkan terhadap anak cucunya.
Karena, ia menyebabkan anak2 mereka terlahir dengan bentuk tubuh yg jelek &
akhlak yg buruk, terutama sel2 saraf, tak terkecuali sperma. Penyakit2 yg
disebabkan miras sampai kepada keturunan2nya lewat pembuahan sel telur,
sehingga 'alaqah (bakal janin) pun menjadi sakit.
e.
Pengaruh Terhadap Ibu Hamil
Miras merupakan salah satu faktor utama terjadinya keguguran.
Hal ini dapat menyebabkan seorang ibu mengalami komplikasi2
berbahaya yg bisa membuat meninggal dunia. Jika seorang
bayi selamat dari kematian saat ia masih barupa janin di dalam rahim, itu tidak
berarti ia telah terbebas dari bahaya-bahaya miras yg disebabkan kedua orang
tuanya. Sebaliknya, ia akan manuai busuk yg mereka tanam untuknya, serta
menderita karena tekanan gangguan berbahaya 7 penyakit mematikan yg ingin
mereka timpakan kepadanya. Anak ini akan menjadi orang menderita, yang tidak mengerjakan
dosa dan tidak minum racun.
f.
Toleransi dan Ketergantungan
Pengguna alkohol yang terus menerus dapat mengalami
toleransi dan ketergantungan. Toleransi adalah peningkatan penggunaan alkohol
dari jumlah yang kecil menjadi lebih besar untuk mendapatkan pengaruh yang
sama. Sedangkan ketergantungan adalah keadaan dimana alkohol menjadi bagian
yang penting dalam kehidupannya, banyak waktu yang terbuang karena memikirkan
(cara mendapatkan, mengkonsumsi dan bagaimana cara berhenti). Pengguna alkohol
akan mengalami kesulitan cara menghentikan atau mengendalikan jumlah alkohol
yang dikonsumsi.
Risaldi dari Kelompok Negara sedang mengajukan pertanyaan
D.
Mengatasi Penyalahgunaan Minuman Keras
Menurut
suryadharma, upaya mencegah masyarakat dari pengaruh miras tidak perlu terpaku
kepada aturan baku, karena selain agama telah menyatakan larangannya, norma
sosial juga tidak membenarkan seseorang untuk mengkonsumsi miras. Karena dalam
miras, ada fakta orang yang mabuk akan mudah berkelahi, hilang akal sehingga
bisa berbuat menyimpan. Jadi efek mudaratnya jauh lebih besar “katanya”.
1.
Rehidrasi tubuh, etanol yang terkandung
dalam minuman alkohol mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi, yang memicu timbulnya
sakit kepala, mulut kering dan kelelahan.
2.
Kurangi kafein, sebagian orang percaya
kalau kafein bisa mengobati sakit kepala dan migrain akibat mabuk.
3.
Makan, setelah puas bersulam semalaman,
bangun tidur di pagi hari dengan kepala berat pasti rasanya tidak enak.
4.
Tidur, alkohol mengacaukan kelenjar
pituitari saat anda minum yang berakibat pada siklus tidur.
5.
Olahraga, beberapa jenis olah raga
berat seperti kardio, bisa membantu memompa darah melalui ginjal dan hati.
Jika ingin menghindari efek dari alkohol, cara tersehat adalah dengan menjauhi miras dan sejenisnya. Mencegah jauh lebih baik, terutama bagi kesehatan Anda.
Ada beberapa hal yang
bisa dilakukan untuk mencegah penggunaan dan penyalahgunaan minuman keras, diantaranya:
·
Pendidikan Agama sejak dini
·
Pembinaan kehidupan rumah tangga yang
harmonis dengan penuh perhatian dan kasih saying.
·
Menjalin komunikasi yang konstruktif
antara orang tua dan anak
·
Orang tua memberikan teladan yang baik
kepada anak-anak.
Mirdawati dari Kelompok Garuda sedang menyampaikan pertanyaan
·
Anak-anak diberikan pengetahuan sedini
mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampaknegatifnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melihat kondisi
sosial, politik, ekonomi dan hukum kita hingga saat ini masih belum stabil,
jadi masih pesimis kalau masalah ini dapat diatasi secara tuntas. Kita harus
memiliki landasan hukum yang kuat dan mapan sebagai landasan utama untuk
megatur proses pembangunan sosial, budaya,ekonomi dan politik serta character
building. Merubah suatu budaya atau tradisi sangat sulit dan memerlukan waktu dan
proses yang lama. Minuman keras sangat berbahaya bagi penggunanya, semua pihak
harus terus berusaha agar penggunaan dan penyalahgunaan dapat dihentikan.
B. Saran
Perlunya
pemahaman dari generasi muda akan efek negatif dari minuman keras dan perlu ketegasan pemerintah dan penguasa
dalam membatasi atau bahkan menghapuskan minuman keras dari lingkungan.
Sinta dari Kelompok Bangsa sedang mengajukan pertanyaan