Oleh: Nurfitria (Teknisi
Perpustakaan SMP Negeri 2 Tarowang)
Jika menyebut perpustakaan pasti tidak asing lagi ditelinga kita, namun
sangat familiar. Banyak yang dapat kita lakukan di tempat itu salah satunya
menjadikan kita kaya akan informasi dan bertambahnya ilmu pengetahuan. Jika
kita menyebutkan manfaat mengungjungi perpustakaan sangat banyak yang dua poin
yang disebutkan tadi hanya salah satunya saja. Walaupun kita tahu manfaatnya
minat ke perpustakaan sangat kurang.
Di
Era seperti sekarang minat siswa ke perpustakaan sangat memprihatinkan. Padahal
mereka tahu manfaatnya. Banyak yang mengalihkan perhatiahannya sehingga malas
ke perpustakaan. Banyaknya teknologi canggih yang lebih menarik. Faktor-faktor
penyebab siswa malas ke perpustakaan yaitu sebagai berikut.
1.
Siswa lebih senang main game
Game sekarang juga semakin berkembang,
ada lewat tablet dan online. Benda ini yang menjadi senjata sehingga anak-anak
malas membaca. Efek dari bermain game yaitu ketagihan.
2.
Hampir semua anak-anak memiliki
handphone
Jika yang umum kita ketahui bahwa
handphone digunakan sebagai alat komunikasi dengan cara menelpon dan mengirim
pesan singkat namun, sekarang lebih banyak program-program lainnya seperti
facebook, twiter, line, BBM dan sebagainya. Yang membuat anak sangat betah
memainkannya dibandingkan membaca buku.
3.
Banyaknya jenis hiburan di
televisi
Banyaknya tayangan-tayangan di televisi
mulai dari kartun, komedi, sinetron dan lain sebagainya yang mengalihkan
perhatian anak dari buku.
4.
Kesibukkan orang tua
Tidak adanya perhatian dari orang tua
yang mendorong anak untu membaca buku.
5.
Belum adanya lembaga yang
menangani minat baca siswa
Perlunya dibentuk lembaga yang menangani
siswa agar dapat dibantu untuk mengatasi kemalasanya membaca.
6.
Kondisi perpustakaan yang tidak
menarik minat baca siswa
Tatanan ruang yang tidak pernah diubah
akan membuat siswa merasa bosan dan malas membaca buku.
Dengan memperhatian kondisi
diatas sangat memprihatikan, namun kita tidak perlu terlalu khawatir ada
beberapa cara yang dapat dilakukan agar meningkatkan minat baca siswa, yaitu
sebagi berikut.
1.
Ruang perpustakaan yang nyaman
Terciptanya ruang yang bersih, susunan
buku yang rapi, warna ruang yang lembut, serta tersedianya kipas angin akan
membuat siswa betah tinggal di perpustakaan.
2.
Guru mata pelajaran menciptakan
metode pembelajaran yang dapat merangsang minat baca siswa
Misalnya, pada saat jam belajar guru
dapat mengajak siswanya untuk mencari informasi secara lansung dari buku. Jadi,
perpustakaan sebagi salah satu sumber belajar baik bagi siswa maupun guru.
3.
Perpustakaan mengadakan kegiatan
lomba
Misalnya, lomba menulis cerpen atau
mengarang, membuat klipping meresensi novel, yang masih berkaitan dengan
membaca. Jika ini dilakukan lambat laun akan menumbuhkan minat baca dan
menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan budaya.
4.
Kerja sama pihak perpustakaan
dengan wali kelas
Siswa yang rajin keperpustakaan akan
diberikan nilai tambahan. ini menjadi motivasi siswa rajin keperpustakaan.
5.
Mewajibkan siswa dalam sekali atau
dua kali seminggu membaca di perpustakaan.
6.
Memberikan penghargaan bagi siswa
yang rajin membaca
Penghargaan yang diberikan siswa dapat
berupa hadiah atau piagam. Siswa yang diberikan penghargaan juga dilihat dari
prestasinya bukan karena rajin meminjam buku. Ada peningkatan prestasi setelah
meminjam buku.
7.
Membuat slogan
Perpustakaan harus bekerja sama dengan
guru seni dalam pembuatan sloganmisalnya, “Tiada hari tanpa membaca” dapat
dibuat karya seni. Hasil karya sebagian diberikan kepada perpustakaan dan
diberikan kepada kelas-kelas. Dapat menjadi motivasi siswa rajin membaca.
8.
Pemilihan duta perpustakaan
sekolah
Setiap tahun diadakan pemilihan duta
perpustakaan. Dapat membantu mempromosikan perpustakaan di sekolah dan
memotivasi siswa yang lain untuk gemar membaca.
Menumbuhkan
minat baca perpustakaan harus dimulai dari peran pustakawan dan guru yang
memberikan motivasi kepada siswa serta mempunyai metode-motede khusus serta
inovasi yang dapat menumbuhkan minat baca siswa. Peran perpustakaan sekolah
yaitu menciptakan ruang yang nyaman untuk pengunjung perpustakaan, memanfaatkan
perpustakaan sebagai bagian dari proses
belajar mengajar, mengadakan kegiatan lomba, memberikan penghargaan bagi
siswa yang rajin ke perpustakaan, dan pemilihan duta perpustakaan. Peran guru
sangat penting, guru harus selalu membimbing siswa diberikan motivasi betapa
pentingnya membaca, membaca tidak akan membuat kita rugi karena tidak
menggunakan listrik maupun pulsa. Namun, memberikan manfaat yang luar biasa
untuk sekarang dan masa yang akan datang. Semoga beberapa cara diatas dapat menghasilkan
siswa yang gemar dan mempunyai minat baca terhadap buku-buku di
perpustakaan.
Sumber: